#menubar{ border-bottom:4px solid #ff0000; width:1025px; height:32px; background:#000000; float:center; margin-bottom:3px; } - See more at: http://langkah2membuatblog.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-menu-bar-di-blogspot.html#sthash.77eK0Wf0.dpuf

Kamis, 09 Mei 2013

Supervisi Pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Membangun peradaban sebuah bangsa pada hakikatnya adalah pengembangan watak dan karakter manusia unggul dari sisi intelektual, spiritual, emosional, dan fisikal yang dilandasi oleh fitrah kemanusiaan. Fitrah adalah titik tolak kemuliaan manusia, baik sebagai bawaan seseorang sejak lahir atau sebagai hasil proses pendidikan. Pada hakikatnya, pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Oleh karena itu, UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari akan hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pendidikan adalah salah satu unsur paling penting dalam kehidupan manusia.
Pendidikan merupakan proses pendewasaan diri manusia itu sendiri serta selain itu pendidikan juga merupakan proses pembentukan pribadi dan karakter manusia. Kemudian, pada satu fokus yang lebih khusus yaitu pendidikan formal, manusia diberikan dasar-dasar pengetahuan sebagai pegangan dalam menjalani hidup dan menghadapi kenyataan hidup dimana didalam pendidikan formal dalam hal ini adalah sekolah menjadi suatu jenjang yang mungkin memang sudah selayaknya dilalui dalam proses kehidupan manusia. Kemudian dalam pendidikan sekolah itu, manusia juga selain melatih kedewasaan juga mengasah intelektualitasnya dan kompetensinya dalam tanggung jawab dan kesadaran.


1.2. Rumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain :
1.      Apa itu supervisi pendidikan?
2.      Apa fungsi dan tujuan supervisi pendidikan?
3.      Bagaimana prinsip-prinsip dan pelaksanaan supervisi pendidikan?
4.      Bagaimana peranan guru dalam supervisi pendidikan?

1.3. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, pembahasan materi dari makalah ini bertujuan untuk :
1.      Mengetahui makna supervisi pendidikan
2.      Mengetahui fungsi dan tujuan supervisi pendidikan
3.      Mengetahui prinsip-prinsip dan pelaksanaan supervisi pendidikan
4.      Mengetahui peranan guru dalam supervisi pendidikan




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Supervisi Pendidikan

Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya. Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi belajar mengajar agar memperoleh kondisi yang lebih baik. Meskipun tujuan akhirnya tertuju pada hasil belajar siswa, namun yang diutamakan dalam supervisi adalah bantuan kepada guru Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor. Di bidang pendidikan disebut supervisor pendidikan. Supervisi bercirikan :

1.      Research : meneliti situasi sebenarnya disekolah
2.      Evalution : penilaian
3.      Improvement : mengadakan perbaikan
4.      Assiatance : memberikan bantuan dan bimbingan
5.      Cooperation : kerjasama antara supervisor dan supervisid ke arah perbaikan situasi

Kepengawasan pendidikan di Indonesia dewasa ini mengalami masa transisi dari inspeksi kea rah supervisi yang dicita-citakan. Yang disebut supervisor pendidikan bukan hanya para pejabat/petugas dari kantor pembinaan, kepala sekolah, guru-guru dan bahkan murid pun dapat disebut sebagai supervisor, bila misalnya diserahi tugas untuk mengetuai kelas atau kelompoknya.


2.2. Fungsi dan Tujuan Supervisi Pendidikan

Fungsi dari supervisi pendidikan antara lain :

1.     Penelitian (research)  untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu situasi pendidikan, perumusan topik, pengumpulan data, pengolahan data, konlusi hasil penelitian
2.      Penilaian (evaluation)  lebih menekankan pada aspek daripada negatif
3.   Perbaikan (improvement) dapat mengatahui bagaimana situasi pendidikan/pengajaran pada umumnya dan situasi belajar mengajarnya.
4.      Pembinaan berupa bimbingan (guidance) kearah pembinaan diri yang disupervisi
Tujuan dari supervisi pendidikan meliputi :
1.      Meningkatkan mutu kinerja guru membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut membantu guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dan kebutuhan siswanya. Membentuk kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang efektif, bekerjasama secara akrab dan bersahabat dan saling menghargai satu dengan yang lainnya. Meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa Meningkatkan kulaitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi, keahlian dan alat pengajaran. Sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk reposisi guru.
2.   Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik.
3.    Meningkatkan keefektifan dan keefesienan sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa
4.   Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah khususnya dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal yang selanjutnya siswa dapat mencapai prestasu belajar sebagaimana yang diharapkan.
5.      Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sehingga tercipta situasi yang tenang dan tentram serta kondusif yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang menunjukkan keberhasilan lulusan.

2.3. Prinsip-Prinsip dan Pelaksanaan Supervisi Pendidikan

Prinsip-prinsip dari supervisi pendidikan adalah :

1.      Prinsip-prinsip fundamental
Pancasila merupakan dasar atau prinsip fundamental bagi setiap supervisor pendidikan Indonesia. Bahwa seorang supervisor haruslah seorang pancasilais sejati.
2.      Prinsip-prinsip praktis

a.       Negatif
·         Tidak otoriter
·         Tidak berasas kekuasaan
·         Tidak lepas dari tujuan pendidikan
·         Bukan mencari kesalahan
·         Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil
b.      Positif
·         Konstruktif dan kreatif
·         Sumber secara kolektif bukan supervisor sendiri
·         Professional
·         Sanggup mengembangkan potensi guru
·         Memperhatikan kesejahteraan guru
·         Progresif
·         Memperhitungkan kesanggupan supervisid
·         Sederhana dan informal
·         Objektif dan sanggup mengevaluasi diri sendiri
Suatu program supervisi pendidikan adalah rangka program perbaikan pendidikan dan pengajaran.
1.      Perancanaan
2.      Organisasi program
3.      Evaluasi
4.      Alat-alat :


2.4. Peranan Guru Dalam Supervisi Pendidikan

Sebagai supervisor, guru hendaknya dapat membantu, memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pengajaran. Teknik-teknik supervisi juga harus guru kuasai dengan baik agar dapat melakukan perbaikan terhadap situasi belajar mengajar menjadi lebih baik . Meskipun tujuan akhir dari pemberian supervisi adalah tertuju pada hasil belajar siswa, namun yang diutamakan adalah bantuan kepada guru. Karena guru adalah pelaksana pendidikan.

Peran guru dalam supervisi pendidikan adalah memberikan sumbangan berupa pikiran, ide, maupun pendapat mengenai pelaksanaan supervisi. Guru sebagai pelaksana langsung supervisi pendidikan mengetahui bagaimana karakteristik praktik supervisi pelaksanaan yang mempunyai hal-hal yang perlu dibenahi atau kurang cocok. Oleh karena itu seorang guru dapat memberikan sebuah pendapat kepada supervisor dalam pelaksanaan supervisi pendidikan.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi belajar mengajar agar memperoleh kondisi yang lebih baik. Meskipun tujuan akhirnya tertuju pada hasil belajar siswa, namun yang diutamakan dalam supervisi adalah bantuan kepada guru.
Supervisi pendidikan berfungsi untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu situasi pendidikan, Penilaian (evaluation), Perbaikan (improvement), Pembinaan berupa bimbingan (guidance). Tujuan akhir dari supervisi pendidikan adalah meningkatkan professional guru dan karyawan sekolah guna menunjang akuntabilitas siswa dalam belajar, sehingga siswa benar-benar menjadi manusia yang berilmu, berbudi dan kreatif dalam segala hal.

3.2. Saran
Kita sebagai calon guru harus lebih mengenal dan memahami supervisi pendidikan. Selain itu juga harus tahu bagaimana pelaksanaan supervisi pendidikan yang baik sehingga terwujudlah supervisi pendidikan yang ingin dicapai.




DAFTAR PUSTAKA

http://tikky-suwantikno.blogspot.com/2008/02/supervisi-pendidikan.html
Diakses tanggal 12 Maret 2013
http://imronfauzi.wordpress.com/2008/06/13/dasar-dasar-administrasi-pendidikan       Diakses tanggal 12 Maret 2013
http://maswanispdyahoocoid.blogspot.com/2007/05/pentingnya-supervisi-pendidikan.html  Diakses tanggal 12 Maret 2013
http://mmury-umb.blogspot.com/2007/12/artikel-supervisi-pendidikan.html
Diakses tanggal 12 Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar